Inilah Gambaran Sosok Rasulullah SAW, Suri Tauladan Umat Manusia
Semua umat insan di Bumi baik yang Muslim ataupun Non Muslim pasti mengetahui sosok Nabi Muhammad SAW. Khsus untuk umat muslim, kita semua mengetahui dengan pasti Nabi Muhammad SAW merupakan Rasul terakhir umat insan dengan membawa Risallah-Risallah Tuhan SWT.
Bahkan orang non muslim sendiri mengakui bila Nabi Muhammad SAW merupakan tokoh nomor satu yang kuat didunia. Anda sanggup membaca artikel dibawah ini.
Mengenal sosok Rasulullah SAW meskipun hanya dari hadits-hadits sangat menggetarkan hati. Kita semua pasti merindukan sosok Baginda Rasul dengan melihat secara langsung. Ini citra sosok Rasulullah SAW dari penuturan Istri Beliau dan sahabat-sahabat Beliau :
Aisyah Ra berkata: “Beliau (Rasulullah) ialah orang yang paling mulia akhlaknya, tidak pernah berlaku keji, tidak pula mengucapkan kata-kata kotor, tidak berbuat gaduh di pasar, dan tidak pernah membalas dengan kejelekan serupa, akan tetapi dia pemaaf dan pengampun.” (HR Ahmad)
Anas bin Malik Ra berkata: “Aku tidak pernah melihat seorang pun yang sedang berbisik dengan Rasulullah SAW kemudian dia menjauhkan kepalanya, sehingga orang tersebut-lah yang menjauhkan sendiri kepalanya. Dan saya juga tidak pernah melihat seorang pun yang menjabat tangan Rasulullah SAW kemudian dia melepas tangannya, sehingga orang tersebut-lah yang melepaskan tangannya sendiri.” (HR Abu Daud)
”Aku belum pernah menyentuh sutra yang lebih lembut dibandingkan telapak tangan Rasulullah SAW. Dan saya juga belum pernah mencium minyak anyir (misk) atau parfume apapun yang lebih harum dibandingkan aroma Rasulullah SAW.” (HR Bukhari)
“Kedua telapak tangannya lebar, kulitnya tidak terlalu putih dan tidak terlalu coklat; tetapi putih kemerah-merahan. Ketika dia meninggal dunia, di kepalanya hanya ada dua puluh lembar uban.” (HR Bukhari)
Abu Hurairah Ra Berkata: “Beliau ialah seorang yang panjang kedua lengannya, lentik alisnya, kedua matanya lebar, dan antara kedua pundaknya kekar dari depan dan belakang. Demi bapak dan ibuku, sungguh dia tidak pernah berbuat keji dan tidak pula berkata keji, dan dia juga tidak pernah mengeraskan suaranya di daerah tempat umum.” (HR Ahmad)
“Belum pernah saya menyaksikan orang yang lebih baik dari Rasulullah, seolah-olah mentari berjalan di wajah beliau. Dan belum pernah saya melihat orang yang jalannya lebih cepat dari Rasulullah; seolah-olah bumi dilipat untuk beliau.” (HR Tirmidzi)
Abu Bakar Ra berkata: “Orang yang terpercaya dan pilihan, mengajakan kebaikan, dan ibarat cahaya bulan purnama yang mengusir kegelapan.”
Ali Ra berkata: “Beliau ialah pamungkas para Nabi, orang yang paling dermawan, paling lapang dada, paling benar tutur katanya, paling komitmen dengan janjinya, paling lembut perangainya, paling mulia pergaulannya, siapapun yang memandangnya dengan tiba-tiba pasti akan segan kepadanya, siapapun yang bergaul dengannya secara bersahabat pastilah mencintainya. Aku belum pernah melihat orang ibarat dia sebelum dan sesudahnya.” (HR Tirmidzi)
Ibnu ‘Abbas Ra berkata: “Di antara gigi-gigi serinya ada celah, dan apabila berbicara terlihat ibarat ada cahaya yang keluar dari celah-celah gigi serinya itu.” (HR Darimi)
Ka’b bin Malik Ra berkata :“Apabila bergembira, wajahnya bercahaya, seolah-olah wajah dia itu sepotong rembulan.”(HR Bukhari)
Jabir bin Samurah Ra berkata, “Kedua betisnya sangat ideal, tertawa dia sebatas tersenyum. Apabila saya melihatnya, saya selalu berkata, ‘Pelupuk matanya hitam seakan akan menggunakan celak, padahal tidak.'” (HR Tirmidzi)
“Beliau pernah mengusap pipiku, kudapati tangannya terasa cuek dan aromanya sangat harum seolah-olah dia gres mengeluarkannya dari keranjang daerah minyak wangi.” (HR Bukhari)
Abdullah bin Salam Ra berkata: “Ketika Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah, orang-orang bergegas menyambut dia sambil mengucapkan, ‘Rasulullah telah datang, Rasulullah telah datang, Rasulullah telah datang’ saya berusaha menembus kerumunan orang untuk menyaksikan wajah dia secara langsung. Setelah kuperhatikan wajahnya, saya pribadi menyimpulkan bahwa wajah dia bukanlah tampang seorang pendusta. Dan yang pertama kali dia ucapkan adalah, “Hai sekalian manusia, sebarkanlah salam, berilah makan dan laksanakan shalat dikala orang lain sedang tidur, pasti kalian masuk nirwana dengan selamat.” (HR Tirmidzi)