Kecintaan Usaid Terhadap Al Qur’an, Hingga Membuat Kuda Bahagia Mendengarnya

Cinta Usaid kepada Islam bermula daripada keindahan Al-Quran yang dibacakan oleh Mus’ab sewaktu pertemuan mereka berdua di kebun bani ‘Abd al-Asyhal. Beliau seterusnya tanpa lengah bersungguh-sungguh membacanya ditambah pula dengan suaranya yang merdu, terang sebutan dan membuatkan penyampaiannya sangatlah baik sehingga penghuni langit terus dahagakan mendengar bacaan beliau.


Ketika suatu malam, Usaid tengah duduk di belakang rumahnya, dan Anaknya tidur disampingnya. Usaid memiliki kuda yang selalu siap untuk dibawa keperang Fi Sablillah yang ditambat tidak jauh dari  kawasan duduknya tersebut. Suana malam yang hening, lembut dan hening serta langit malam yang higienis dan jernih. Membuat hati Usai tergerak untuk mengembangkan keharuman dengan membaca Al Qur’an ketika itu.
Maka Usaid membaca Al Qur’an dengan bunyi yang merdu dan membangkitkan cinta kasih sayang kepada Yang Mahakuasa SWT.
Alif, Lam, Mim, Inilah kitab (Al-Qur’an) yang tidak ada keraguan padanya: menjadi petunjuk bagi orang-orang yang iktikad kepada yang ghaib, yang menegakkan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang kami anugerahkan kepada mereka. Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelum kamu, serta mereka yang yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. (Al-Baqarah : 1-4)

Suatu kejadian, ketika kuda mendengar bacaan Al Qur’an oleh Usaid. Kudanya lari berputar-putar sampai talinya hampir putus. Saat Usaid berhenti membaca Al Qur’an, kudanya pun ikut membisu juga.  Lalu Usaid melanjutkan membaca
 Mereka itulah yang menerima petunjuk dari Tuhannya, dan merekalah orang-orang yang menang.” (Al Baqarah : 5).

Karena terus membaca Al Qur’an kuda Usaid terus berlari. Jika Usaid membisu kudanya ikut diam, hal menyerupai ini terjadi terus berulang-ulang.
Karena khawatir anaknya terinjak kuda, Usaid kemudian membangunkan anaknya tersebut. Dan ketika ketika itu Usaid melihat keatas (langit), tampaklah awan menyerupai paying yang sangat mengagumkan dan sinar-sinar (lampu) yang terang memenuhi ufuknya. Dan awan itu bergerak naik kemudian hilang dalam tengah malam.
Ketiga hari sudah pagi, Usaid beranjak dari rumah dan menemui Rasulullah SAW. Dan Usaid menceritakan kepada Rasul perihal kejadian semalam.
Rasulullah berkata,
Itu malaikat yang ingin mendengarkan engkau membaca Al-Qur’an, hai Usaid. Seandainya engkau teruskan bacaanmu, pastilah orang banyak akan melihatnya pula. Pemandangan itu tidak akan tertutup dari mereka.


Sahabat renungan islam yang beriman. Sungguh besar pahala yang kita dapatkan bila menyempatkan diri untuk mengaji setiap hari. Mulai dari kini isikan waktu luang untuk mengaji. Semoga kita semua senantiasa menerima limpahan Rahmat dari Yang Mahakuasa SWT. Amin