Belajar Mengiklhaskan Ikhlas Seperti yang Dicontohkan Rasulullah SAW

Dari judul saja mungkin menciptakan Anda bingung, kenapa sudah menjadi orang tulus harus mengikhlaskan lagi. Walau Kata tulus terdiri hanya satu kata, sebetulnya maknanya sangat besar dan luas. Sebagian Anda mungkin sudah mengerti apa yang di maksud dengan mengiklhaskan ikhlas, itupun kalau Anda sering mendengar dari kajian-kajian (tausyiah) agama.



Dari pengertian tulus yakni sifat yang baik dan terpuji yang di miliki insan untuk mencapai nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan, serta menjadikannya sebagai makna besar dalam kehidupan. Nah, sehabis kita mengetahui pengertian tulus pasti kita akan berlaku hanya sebatas perbuatan iklhasnya saja, namun tidak melanjutkan sejauh mengiklhaskan tulus yang sebenar-benarnya iklhas.

Salah satu perilaku yang baik di  dalam diri kita yakni ikhlas. Sikap tulus ini tidak semua orang mampu menjalaninya. Saat kita melihat seseorang yang sedang di lAnda musibah, atau hati sedang gundah gulana bersikap tulus sangat berat apalagi mengiklhaskan ikhlas. Kadang-kadang dikala berlaku menyerupai memberi sedekah kepada orang membutuhkan kita lupa dengan keikhlasan kita, dikala kita menolong antara sesama manusia, begitu juga dikala kita berlaku sesuatu yang baik, kita lupa kalau seharusnya semua itu kita lakukan dengan rasa ikhlas.


Kalau sudah iklhas kenapa mesti harus mengikhlaskan ikhlas. Ini pertanyaan sudah pasti Anda ajukan. Pernahkah Anda mencicipi perasaan tulus yang timbul di dalam diri Anda namun ikhlasnya biasa saja atau tidak sempurna. Apa yang di maksud mengikhlaskan ikhlas. Bila Anda melaksanakan sesuatu dan Anda sudah tulus dengan mengucapkan “saya iklhas melakukan  kebaikan ini (bersedakah,menolong orang,dan lain-lain) alasannya yakni Engkau Ya Tuhan SWT yang telah menawarkan kekuatan dan kebaikan kepada hamba sehingga hamba mampu berlaku menyerupai ini, tidak ada Dzat yang baik selain Engkau Ya Allah” . Untuk kita yang muslim bila berucap menyerupai ini dikala melaksanakan hal-hal kebaikan pasti akan tercapai apa yang di maksud dengan mengikhlaskan ikhlas.

Selama ini, apakah kita semua sudah mengiklhaskan ikhlas, kembali kita tanyakan pada diri masing-masing. Tuhan SWT sangat mengasihi dan menyayangi hambanya yang berbuat setiap kebaikan disertai selalu merendahkan diri dan berserah diri kepada Tuhan SWT. Kita memang insan yang sedang berusaha menjadi baik dan juga insan yang sangat baik, sudah sepatutnya kita semua berlaku menyerupai itu jikalau ingin mengharapkan ridha dari Tuhan SWT.

Kesombongan, ketamakan, kedengkian, kemarahan dan sebagainya sudah menguasai sebagian manusia-manusia kini ini. Kebanyakan dari mereka lupa dengan rasa ikhlas. Sifat – sifat inilah yang sebisa mungkin kita jauhkan semoga kita dapat menjadi insan yang tulus dan dapat mengikhlaskan ikhlas. Pada kesannya semua kebaikan dalam diri kita hanya semata kepunyaan yang di Atas.

Sekarang Anda sudah mengerti kurang lebih sedikit wacana apa itu mengikhlaskan ikhlas. Semoga setiap perbuatan kebaikan yang kita lakukan dapat menyerupai itu. Walaupun demikian kita tidak luput juga dari kesalahan dan kesilapan, karenanya senantiasa selalu berdoa kepada Tuhan SWT.