Untuk Dirimu Ayah Tercinta. Bacalah Membuat Setiap Orang Meneteskan Air Mata
Ayah, Aku tahu bahwa kami disuruh berbakti pada Ibunda terlebih dahulu, kemudian berbakti pada dirimu.
Ayah, Aku tahu setiap tetesan darahku juga mengalir darah dagingmu, meskipun engkau tidak pernah mengandungku.
Ayah, Aku tahu betapa susahnya Ibunda mengandungku selama 9 bulan hingga melahirkanku. Namun, Aku tahu engkaulah yang selalu menjaga Ibu, menyuapi Ibunda makan, membopongnya hingga melahirkanku. Bahkan engkau akan menangis ketika melihat Ibunda melahirkanku.
Ayah, engkaulah pemimpin keluarga kita. Engkaulah daerah kami berlindung dan daerah Ibunda berlindung.
Ayah, semenjak Aku masih kecil engkau selalu berusaha membuatku tenang, nyaman dan bahagia. Aku tahu engkau rela melaksanakan apa saja demi memenuhi permintaanku.
Ayah, Aku selalu menantimu ketika engkau pulang kerja dan engkau niscaya selalu dan mau menghabiskan waktu bersamaku meski dirimu sangat kelelahan alasannya ialah bekerja.
Ayah, Aku tahu, betapa sulitnya dirimu menjadi seorang Ayah yang mempunyai banyak tanggung jawab di dunia dan akan diminta pertanggungan oleh Maha Kuasa di hari alam abadi nanti.
Ayah, engkau sosok yang sungguh luar biasa, meski bakti terbesarmu pada Ibu kandungmu, engkau selalu mencintai Ibunda kami dan juga mencintai kami, engkau sangat mengerti perihal kasih sayang.
Ayah, ketika anak perempuanmu besar nanti, engkau bahkan tidak rela melepas kami dimiliki pria lain untuk menjadi istrinya. Engkau tidak sudi jikalau kami disakiti orang lain, alasannya ialah engkau tidak pernah menciptakan kami bersedih.
BACA JUGA
10 Wasiat Rasulullah SAW Kepada Putrinya yang Menggetarkan Hati
Wasiat Seorang Ibu Untuk Anaknya yang Sangat Mengharukan
Ayah, tidak lupa Aku mengirimkan doa selalu untukmu dan memohon kepada Yang Maha Kuasa agar Ayah, Aku dan Ibunda bersatu kembali di hari nanti.
Ayah, maafkan Aku dan juga Ibunda jikalau selama ini pernah menciptakan hatimu bersedih sehingga air matamu tidak pernah kami lihat alasannya ialah engkau sosok yang tegar. Dan tidak akan menangis di depan kami semua.
Untukmu Ayah, Terimakasih telah menjadi sosok orang bau tanah yang mahir bersama Ibunda dalam mendidik kami anak-anakmu hingga berakal balig cukup akal dan sukses meraih harapan kami sekarang.
“mz”