Siapa Perempuan Pertama yang Masuk Ke Surga Selain Ummu Mukminin? Ternyata..
Anda niscaya bertanya-tanya siapa perempuan pertama yang akan masuk Surga nanti kelak pada hari alam abadi selain ummu mukminin. Sebagai kaum muslim Anda niscaya mengetahui siapa-siapa saja ummu mukminin.
| Ilustrasi muslimah |
Nah, selain ummu mukminin siapa yang menginjak kakinya ke Surga golongan perempuan, mari lanjutkan dongeng Fatimah bertanya pada Ayahnya Rasulullah SAW.
Pada ketika itu, kurang lebih 1400 tahun yang kemudian semasa Nabi Muhammad masih memperjuangkan Islam, Rasul sedang mengobrol dengan putrid kesayangannya Fatimah. Kemudian Fatimah menanyakan pada Rasul, “Ya Rasulullah, beritahu padaku siapakah perempuan yang beruntung masuk nirwana pertama kali selain Ummum Mukminin?”, Rasulullah menjawab, “Ummu Mutiah.”
Karena mendapati tanggapan tersebut tentunya Fatimah merasa kaget, siapakah perempuan ini ? Apa yang menjadikannya sehingga berhak masuk Surga sesudah Ummu Mukminin. Berbekal penasarannya yang kuat, hasilnya Fatimah mencari keberadaan Ummu Muti’ah di sekitaran Madinah.
Pada ketika itu Fatimah sudah menikah dan memiliki anak yaitu Hasan dan Husein (cucu Nabi). Setelah menerima izin dari suami dan mengetahui alamat rumah Ummu Muti’ah, keesokan hari Fatimah bergegas menuju rumah tersebut dan ditemani anaknya Hasan.
Sesampai di rumah Muti’ah, Fatimah mengetuk pintu dan memberi salam, kemudian dijawablah pemilik rumah.
“Siapakah Anda yang berada diluar?” tanya Muti’ah
“Aku ialah Fatimah, putri dari Rasulullah saw” sahut Fatimah
Karena dikunjungi oleh tamu mulia yaitu Fatimah anak junjungan alam Rasulullah SAW, Muti’ah bahagia dicampur kaget. Sebelum membuka pintu ia bertanya, Apakah Anda bersama orang lain?”
“Iya, saya bersama putraku, Hasan” Jawab Fatimah
Kemudian ia menjawab “Maafkan Fatimah, Aku belum meminta izin pada suamiku kalau ingin mendapatkan tamu seorang laki-laki”
“Tetapi, ia hanya seorang anak-anak” begitu tanggapan Fatimah.
Kemudian, Muti’ah menyarankan semoga Fatimah tiba lagi besok sesudah ia (Muti’ah) meminta izin suaminya semoga Hasan sanggup masuk.
Keesokan harinya, Fatimah kembali ke rumah Muti’ah. Hari ini Fatimah tidak hanya menyertakan Hasan tetapi Husein juga ikut. Jafi mereka bertiga menuju kediaman Muti’ah. Kembali Fatimah mengetuk pintu rumah Muti’ah. Muti’ah membuka pintu, tetapi sesudah melihat dua orang anak laki-laki, pintu kembali ditutupnya.
“Maaf Fatimah, saya hanya meminta izin pada suami untuk Hasan”
“Dia juga anakku, Husein” kata Fatimah
Kembali Muti’ah menyarankan semoga Fatimah tiba lagi besok sesudah ia (Muti’ah) meminta izin suaminya semoga Husein sanggup masuk.
Nah, pada esok harinya. Fatimah benar-benar gres sanggup memasuki kediaman Muti’ah ini bersama kedua anaknya. Tidak ada kemewahan dari rumah tersebut, sangat sederhana, rapi, higienis dan wangi. Dan pemilik rumah juga terlihat berhias diri alasannya akan menyambut suaminya pulang. Karena sifat Muti’ah yang berhias menunggu kedatangan suaminya, belakang layar Fatimah kagum dengan Muti’ah.
Tidak usang Fatimah di rumah tersebut, dan Fatimah segera pulang.
Keesokan hari Fatimah tiba kembali. Pada hari ini Fatimah dibentuk kagum alasannya Mutia’ah sedang sibuk menyiapkan perlengkapan mandi sang suami dan menemani suaminya masuk ke dalam kamar mandi.
Selain itu, Muti’ah sudah menyiapkan masakan yang telah dimasaknya sendiri. Sebelum suaminya makan, Muti’ah mengeluarkan sebuah cambuk dan berkata pada suaminya, “Wahai suamiku, sekiranya makananku tidak berkenan di lidahmu, cambuklah saya sebagai hukuman”
Kemudian, Fatimah sudah mengerti kenapa Rasulullah SAW menyampaikan bahwa Ummu Muti’ah, perempuan pertama yang menginjakkan kakinya di Surga sesudah 4 orang ummu mukminin Maryam, Fatimah, Khadijah dan Asiyah.
Semoga sahabat sanggup mengambil hikmah dari dongeng tersebut. Wallahualam