Kisah Anak Durhaka yang Bisa Masuk Surga. Apa yang Diperbuatnya ?
Sebagian dari Anda niscaya bertanya-tanya, kenapa seorang anak menyerupai ini sanggup masuk Surga. Apa yang diperbuatnya ? Kisah ini terjadi pada zaman Rasulullah SAW, dimana kaum muslimin sanggup bertanya dan mendengar pribadi pendapat Rasulullah kalau ada insiden sesuatu.
Sebelum melanjutkan bacaan kisah ini, jangan lupa untuk baca artikel sebelumnya perihal :
| Ilustrasi |
Berikut kisahnya…
Suatu hari pada zaman Rasulullah SAW. Ada seorang keluarga, ketika itu si suami sedang pergi keluar untuk berdagang, si suami berkata kepada istrinya untuk tidak keluar rumah sebelum suaminya kembali pulang.
Pesan ini benar-benar disimpannya baik-baik oleh istrinya. Ia pun tidak keluar rumah sesampai suaminya kembali pulang. Namun suatu ketika, ia didatangi tamu dari salah seorang kerabatnya. Mengabari bahwa Ibunya sedang sakit keras, ia diminta untuk tiba kembali kepada Ibunya.
Namun si istri menjawab, "Aku menjaga amanah dari suamiku, untuk tidak sanggup keluar rumah sebelum ia kembali dari rumah ini",
Jawab si istri kepada sanak kerabatnya, "Sampaikan salam dan maaf ku kepada ibuku" sambungnya.
Kerabatnya pun kembali ke kampung halamannya. Menyampaikan pesan dari anaknya itu kepada Ibunya yang sakit keras. Namun di daerah lain, si istri ini-sebut saja Fulanah. Sebenarnya ingin sekali menjenguk Ibunya yang sedang sakit keras.
Kerabatnya pun kembali ke kampung halamannya. Menyampaikan pesan dari anaknya itu kepada Ibunya yang sakit keras. Namun di daerah lain, si istri ini-sebut saja Fulanah. Sebenarnya ingin sekali menjenguk Ibunya yang sedang sakit keras.
Beberapa hari kemudian, sanak keluarganya yang lain kembali tiba kepada Fulanah untk memberikan gosip yang sama. Ibunya sakit keras, ia diminta untuk pulang saja kerumah. Lagi-lagi Fulanah menolaknya, ia tidak sanggup menjenguk Ibunya.
Akhirnya, hingga Ibunya meninggal dunia. Fulanah didatangi kembali oleh sanak keluarganya.
"Ibumu telah meninggal dunia, maukah kau tiba untuk menjenguk jasad Ibumu untuk yang terakhir kalinya?".
"Ibumu telah meninggal dunia, maukah kau tiba untuk menjenguk jasad Ibumu untuk yang terakhir kalinya?".
Fulanah hanya menjawab, "Innalillaahi wa ina ilaih Raji'un. Sekali lagi saya minta maaf.
Saya tidak sanggup pergi dari sini!"
Sanak keluarganya sudah tidak sanggup berpikir lagi ketika itu. Hingga ia berkata, "celakalah kau Fulanah!!! Saat Ibumu sakit, engkau tidak datang. Saat Ibumu sekarat, kamupun juga tidak datang. Dan disaat menyerupai ini, Ibumu sudah meninggal dunia, tapi kau tidak datang???!!"
Kerabatnya benar-benar murka pada ketika itu. "Maafkan saya kerabatku, bahwasanya saya ingin tiba ke pemakaman Ibu. Tapi saya tidak sanggup pergi dari rumah ini!" jawab Fulanah.
Kerabatnya sudah tidak habis fikir dengan Fulanah, di jalan, hatinya benar-benar emosi nggak karuan akhirnya, si kerabat pun meninggalkan rumah Fulanah dengan kecewa.
Hingga pada suatu hal, sang kerabat yang masih tidak suka dengan perilaku keluarganya ini risikonya berniat menanyai Rasulullah SAW, "wahai Rasulullah SAW, kerabatku telah menyerupai ini dan menyerupai itu" kata kerabat ini menceritakan insiden si Fulanah.
Namun Rasulullah SAW hanya menjawab, "Beruntung sekali sang Ibu, ia akan masuk nirwana bersama si Fulanah."
Kerabatnya benar-benar murka pada ketika itu. "Maafkan saya kerabatku, bahwasanya saya ingin tiba ke pemakaman Ibu. Tapi saya tidak sanggup pergi dari rumah ini!" jawab Fulanah.
Kerabatnya sudah tidak habis fikir dengan Fulanah, di jalan, hatinya benar-benar emosi nggak karuan akhirnya, si kerabat pun meninggalkan rumah Fulanah dengan kecewa.
Hingga pada suatu hal, sang kerabat yang masih tidak suka dengan perilaku keluarganya ini risikonya berniat menanyai Rasulullah SAW, "wahai Rasulullah SAW, kerabatku telah menyerupai ini dan menyerupai itu" kata kerabat ini menceritakan insiden si Fulanah.
Namun Rasulullah SAW hanya menjawab, "Beruntung sekali sang Ibu, ia akan masuk nirwana bersama si Fulanah."
Si kerabat ini heran, kenapa sanggup si Fulanah masuk surga? Bukannya ia sudah berlaku kurang bimbing kepada Ibunya. "Kenapa keduanya masuk surga, Ya Rasulullah?"
"Si Ibu telah berhasil mendidik anaknya dengan baik. Sedang si Fulanah berhasil menjaga amanah dari suami dan Ibunya", jawab Rasulullah SAW dengan tegas. (via lampuislam.org)
Sahabat renungan Islam, dari kisah ini juga terlihat terang bakti seorang istri kepada suaminya alasannya wanita tersebut dididik oleh Ibunya untuk berbakti kepada suaminya jikalau sudah menikah. Berbeda dengan seorang laki-laki (suami), ia tetap harus berbakti kepada Ibunya hingga simpulan hayatnya.
Sahabat, mungkin Anda sudah sering membaca atau mendengar kisah tersebut. Membaca sekali lagi akan menguatkan ingatan Anda perihal nasihat dalam kisah ini. Beruntunglah bagi orang-orang (perempuan) yang berbuat demikian. Semoga bermanfaat, jazakumullah.