Wahai Wanita Waspadai Watak Laki-Laki Seperti Ini

Masa muda merupakan masa yang paling rentan. Mengapa demikian? Sebab, di masa ini rasa keingintahuan seseorang begitu besar. Maka, banyak orang yang mencoba-coba di masa ini. Mereka lebih cenderung bersikap berani untuk mencoba. Walau sebetulnya itu tidak baik, tapi lantaran rasa penasarannya yang besar, itu tidak menciutkan mentalnya untuk mencoba hal baru.

Salah satu yang menjadi tren kini ini ialah pacaran. Berawal dari ingin tau menyerupai apa pacaran itu, seseorang mencoba melakukannya. Meski awalnya masih terbilang baik, tapi lantaran dorongan nafsu dan setan ikut andil di dalamnya menciptakan mata hati seseorang buta. Hingga akhirnya, tak sedikit orang yang terjerumus ke dalam zina, hal yang diharamkan oleh Yang Mahakuasa SWT.

Gambar sekedar ilustrasi
Jika sudah terjadi demikian, siapa yang rugi? Tentunya paling dirugikan ialah pihak perempuan. Keperawanannya telah terampas, dan bila hingga pada sperma bermetamorfosis janin, di sinilah persoalan terberat bagi perempuan.

Untuk itu, sebagai kaum Hawa, kita sebagai perempuan harus waspada terhadap etika lelaki. Memanya kenapa? Cinta terkadang menciptakan kita buta, hingga tidak bisa membedakan mana yang baik dan tidak. Padahal, ada beberapa etika lelaki yang sangat merugikan bagi kaum perempuan. Apakah itu?

Muhammad Arifin Ilham, dalam bukunya yang berjudul “Romant Islam Serpihan Kata Berhikmah bagi Pendamba Keluarga Sakinah” yang diterbitkan oleh Haqiena Media, menyampaikan bahwa, “Satu etika pria yang harus diwaspadai perempuan ialah lekas bosan pada wanita, konservatif atau kolot, yang tidak mau mengasah kemampuannya atau jumud.”

Itulah beberapa etika lelaki yang harus kita waspadai. Maka, telitilah sebelum memilih. Pilihlah lelaki yang bisa menjadi imam yang baik. Tidak perlu menghabiskan waktu kita dengan pacaran yang akan membutakan mata hati kita, alasannya ialah ujungnya niscaya sakit hati. Mengapa? Karena, etika lelaki yang gampang bosan itu akan meninggalkan kita jikalau ia telah bosan bertatap muka dan berkomunikasi selalu dengan kita, apalagi jikalau kehormatan kita telah diambil olehnya.