Hindarilah Memberikan Nama Anak Seperti 6 Nama Ini. Nomor 5 Paling Sering Digunakan
Setiap orang niscaya mempunyai nama. Nama ialah sebuah identitas untuk memperlihatkan pada orang lain biar dikenal. Merujuk nama-nama di Indonesia, ada beberapa nama berdasarkan penulis kurang mempunyai arti dalam segi agama bahkan diantaranya hanya dengan sebuah karakter saja.
Sebagai umat Islam sudah seharusnya menamakan anak dengan nama-nama Islam. Banyak nama Islam yang baik dinamakan pada anak, namun kini para orang bau tanah cenderung menentukan nama anak yang agak sedikit modern, bahkan artinya sangat aneh-aneh. Lihatlah bawah umur Rasulullah SAW diberikan dengan nama-nama menyerupai Fatimah, Abdullah, Ibrahim dan lainnya. Ketujuh anak Rasul semua sangat Islam dan cucu Beliau berjulukan Hasan dan Husen.
Ada beberapa orang yang menamakan dengan nama Islam namun tidak mengetahui artinya menyerupai nama khitmir yang kedengarannya bagus namun itu merupakan nama seeokor anjing aulia tujuh. Selain itu nama-nama menyerupai zana juga mempunyai arti zina. Sebaiknya hindari sumbangan nama menyerupai itu.
Kita semua niscaya mengetahui nama merupakan suatu identitas yang terperinci dan penuh bermakna. Nama juga merupakan sebuah doa bagi seseorang. Sebuah nama juga akan berefek pada masa depan seorang anak dalam penyebutan (panggilan) dirinya.
Selain dua nama menyerupai khitmir, zana dan lain-lainnya. Inilah 6 nama artinya dari bangsa jin bahkan beberapa orang tidak pernah mengetahui artinya.
1. Zaqwan (Zaquan) artinya anak jin
2. Qistina (Kistina) artinya penghulu jin
3. Balqis artinya ketua jin
4. Najwa artinya bisikan
5. Haikal (Haiqal) artinya tengkorak
6. Badrisha/Badlisha/Herisha
Bagaimana kalau Anda sudah menamakan anak dengan nama tersebut dengan nama-nama Islam. Jika pria berikan nama menyerupai Abdullah, Hasan, Basri dan lain-lain. kalau perempuan berikan nama menyerupai ummi kalsum, zubaidah, annisa, jamilah dan lain-lain. Jangan pernah aib menamakan anak dengan islami, Insya Tuhan dengan nama yang baik akan menjadi seorang anak yang baik serta saleh dan salehah.
Dalam hadits juga diperingatkan bagi para orang bau tanah untuk memperlihatkan nama pada anak-anaknya (putra putri) dengan nama yang baik. Rasulullah SAW bersabda yang artinya : “Anak perempuan Umar dinamakan dengan nama ‘Asiah (wanita yang derhaka), kemudian dinamakan oleh Rasulullah SAW dengan Jamilah (cantik).” (HR : Tirmidzi dan Ibn Majah).
Mungkin bagi mereka yang sudah besar alasannya yakni sudah mempunyai manajemen dalam hal duniawi menyerupai sudah tercatat dalam akta kelahiran, ijazah dan lain-lainnya, cukup mengganti nama mereka dengan menyebutkan nama panggilan lainnya kalau nama orisinil mempunyai arti yang buruk. Ingat, nama yakni doa, namun dapat terkabul ataupun tidak.
Masalah penggantian nama, Rasulullah juga pernah mengganti beberapa nama sobat pada masa itu alasannya yakni artinya yang buruk. Dari Aisyah ra, Rasulullah SAW bersabda yang artinya : “Rasulullah telah menukar nama-nama yang buruk.” (riwayat Tirmidzi).”
Pada ketika itu Rasulullah menukar (mengganti) nama seseorang Abdul Hajar artinya hamba kerikil menjadi Abdullah. Dan seseorang berjulukan ‘Asi yang artinya durhaka menjadi ‘Muti yang artinya taat.
Selain itu, pada ketika meninggal dan ruh kembali kepada Tuhan SWT setiap melewati sekelompok Malaikat di langit, mereka bertanya ‘Ruh siapakah yang berbagi amis harum ini?’ Para Malaikat yang membawanya menjawab, “Ini yakni ruh fulan bin fulan’, seraya mereka menyebutkan nama-nama panggilannya yang terbaik yang biasa dipanggilkan kepadanya ketika masih hidup (berada di dunia).
Sahabat itulah makna atau arti dari sumbangan nama seseorang. Sebagai orang tua, alangkah indahnya memperlihatkan nama anak yang artinya baik dalam agama Islam. Semoga bermanfaat, jazakumullah.