Siapa Pengikut Dajjal, Ternyata Mereka Adalah ?

Allah tidak menurunkan ke muka bumi -sejak penciptaan Adam As hingga hari Kiamat- fitnah yang lebih dahsyat dari fitnah Dajjal.” (HR Thabrani 

Bahkan di dalam hadits lain Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wa sallam menyampaikan bahwa segenap fitnah atau ujian yang bermunculan silih berganti di dunia ini ialah dalam rangka menyambut kemunculan puncak fitnah, yakni fitnah Dajjal.

Dari Sahabat Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Suatu ketika ihwal Dajjal disebutkan di hadapan Rasulullah s.a.w kemudian ia bersabda: ”Sungguh fitnah yang terjadi di antara kalian lebih saya takuti dari fitnah Dajjal, dan tiada seseorang yang sanggup selamat dari fitnah sebelum fitnah Dajjal melainkan akan selamat pula darinya (Dajjal), dan tiada fitnah yang dibentuk semenjak adanya dunia ini –baik kecil ataupun besar- kecuali untuk fitnah Dajjal.” (HR Ahmad 5/389)

Berdasarkan hadits di atas berarti situasi dan kondisi beberapa waktu menjelang munculnya Dajjal merupakan situasi dan kondisi yang sangat sarat fitnah. Saat itu sistem dunia tentunya penuh problem lantaran sudah mencapai kematangan tahapan untuk menyambut kedatangan sang oknum biang masalah.



Dalam buknya, ”Dajjal-the Anti-Christ”, Ahmad Thompson beropini bahwa dunia yang kita jalani ketika ini berupa sebuah Sistem Dajjal di mana segenap lini kehidupan tunduk kepada nilai-nilai Dajjal dan bertentangan secara diameteral dengan Sistem Kenabian yang berlandaskan nilai-nilai Rabbani. Ia kemudian menulis ”…kita akan saksikan bahwa pengambilalihan sedang berjalan lancar, nampaknya ketika kemunculan si Dajjal sudah sangat dekat. Alasannya sangat sederhana: lantaran sistem-sistem dan para pengurusnya, yaitu sistem kafir, yaitu sistem Dajjal, telah memperoleh kekuasaan yang cukup di seluruh dunia, sehingga begitu si Dajjal dikenali dan diakui, Dajjal sanggup eksklusif dinobatkan sebagai pimpinan yang dinanti-nanti.”

Mengingat bahwa Dajjal merupakan puncak fitnah berarti aneka macam fitnah yang mendahului kemunculannya tentu berkaitan erat dengan pihak yang memang menanti atau menyambut kedatangannya. Dan siapakah pihak yang paling banyak menebar fitnah sepanjang sejarah? Perhatikanlah firman Tuhan subhaanahu wa ta’aala di bawah ini:

“Setiap mereka menyalakan api peperangan, Tuhan memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan di muka bumi dan Tuhan tidak menyukai orang-orang yang menciptakan kerusakan.” (QS Al-Maaidah 64)

Ayat di atas berbicara mengenai bangsa Yahudi. Suatu bangsa yang digambarkan Tuhan suka menyalakan api peperangan. Mereka merupakan ”aktor intelektual” di balik aneka macam peperangan besar dan kekacauan sepanjang zaman. Mereka merupakan biang provokasi di aneka macam belahan bumi, baik di zaman dahulu maupun zaman moderen. Sebagaimana mereka pula pihak di belakang upaya pembunuhan banyak Nabiyullah ’alihimus salaam. Sebagian berhasil dan sebagiannya gagal. Di antara yang gagal ialah upaya pembunuhan Nabiyullah Isa Al-Masih ’alaihis salam dan Nabiyullah Muhammad shollallahu ’alaihi wa sallam.

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah, dan membunuh para nabi yang memang tidak dibenarkan, dan membunuh orang-orang yang menyuruh insan berbuat adil, maka gembirakanlah mereka bahwa mereka akan mendapatkan siksa yang pedih. Mereka itu ialah orang-orang yang lenyap (pahala) amal-amalnya di dunia dan akhirat, dan mereka sekali-kali tidak memperoleh penolong.” (QS Ali Imran 21-22)

Catatan hitam sejarah kejahatan dan fasad kaum Yahudi mengakibatkan mereka pantas menjadi pihak yang paling menanti dan menyambut kedatangan Dajjal. Sehingga wajarlah bilamana Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wa sallam menginformasikan kepada kita bahwa pada ketika kemunculan Dajjal untuk menebar puncak fitnah dan kekacauan di muka bumi, maka kumpulan insan yang akan menjadi pendukung utamanya ialah bangsa Yahudi. Bahkan mereka akan menjadi prajurit-prajurit utama pasukan Dajjal.

“Dajjal akan keluar dari kampung Yahudiyyah kota Ashbahan (Isfahan) bersama 70.000 orang Yahudi yang mengenakan topi.” (Ahmad 26/412)

Dan mengingat bahwa umat Islam merupakan pihak yang senantiasa berjuang menegakkan kebenaran (ma’ruf) dan mencegah kebatilan (munkar), maka pantas bilamana Rasulullah Muhammad shallallahu ’alaihi wa sallam mengisyaratkan bahwa kedua entitas ini akan berhadapan vis a vis. Satu pihak dipimpin oleh Al-Mahdi bersama Nabiyullah Isa Al-Masih ’alaihis salam dan satu pihak dipimpin oleh Dajjal. Bahkan dalam sebuah hadits disebutkan bahwa bencana berperangnya kedua pihak ahlul-haq versus ahlul-bathil ini menjadi salah satu syarat atau tanda penting sebelum tibanya hari Kiamat kelak.

Dari Abu Hurairah, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda: “Tidak akan terjadi Hari Kiamat sehingga kaum Muslimin memerangi kaum Yahudi hingga Yahudi berlindung di balik watu & pohon kemudian watu atau pohon itu berbicara “Hai Muslim, hai hamba Allah, ini ada Yahudi di belakangku, kemarilah, bunuhlah dia,” kecuali pohon Ghorqod alasannya ia sungguh termasuk pohon orang Yahudi.” (Muslim 4/140)

Maka saudaraku, sudah tiba masanya kita umat Islam berkemas-kemas menghadapi hari bertemunya dua pasukan tersebut. Hendaknya kita menyadari bahwa boleh jadi kemunculan puncak fitnah, yakni Dajjal, sudah sangat dekat. Di antara indikasinya Tuhan menawarkan keleluasaan bagi kaum Yahudi, cikal bakal pasukan Dajjal, untuk merajalela di muka bumi pintar balig cukup akal ini.

Belum pernah Tuhan izinkan mereka selama berpuluh kurun mempunyai tatanan negara kecuali belakangan ini. Belum pernah dunia mengalami penetrasi bahkan penaklukan oleh Yahudi sedahsyat menyerupai di zaman kita kini ini. Maka pantaskah kalau sebagian umat Islam bangga, merasa tidak bersalah, berkawan, bahkan mengakibatkan kaum Yahudi sebagai pimpinan atas diri mereka? Yahudi sengaja mengaburkan warta bergotong-royong soal Dajjal dari pemahaman umat Islam.

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda: “Dajjal tidak akan muncul sehingga insan melupakannya dan para Imam meninggalkan untuk mengingatnya di atas mimbar-mimbar.” (HR Ahmad 34/3) (sumber lampusislam.org)

Siapa Pengikut Dajjal, Ternyata Mereka Adalah ? Kaum Yahudi