Ini Pesan Saddam Hussein Sebelum Meninggal Dunia

Dulu sebelum Teknologi secanggih sekarang, nonton gosip hanya di TV hitam putih. Perang di Irak berkecamuk diikuti berita-berita bohong, hingga Semua orang terpedaya dan ikutan menghujat Saddam Hussein dan mendukung Amerika. Ternyata dia ialah seorang "Pejuang".

Inilah salah satu perkataan dia :
"Jika Ada Sedikit Saja Syiah Di Jariku, Maka Aku Akan Memotongnya Dan Memberikannya Kepada Anjing"


9 Fakta Tentang Saddam Hussein Yang Harus Anda Ketahui
Tidak sanggup dipungkiri bahwa semenjak runtuhnya kekuasaan mantan Presiden Saddam Hussein petinggi partai sosialis Baath Irak pada tahun 2003 lalu, kondisi keamanan di Irak terus mengalami pasang surut.

Konflik bersenjata antar suku, antar sekte, dan terlebih antara Sunni-Syiah menghiasi perjalanan sejarah panjang pasca aksi Amerika Serikat dan sekutunya ke Irak dengan alasan senjata kimia yang dimiliki oleh Saddam Hussein (Semoga Tuhan taa'ala merahmatinya).

Akan tetapi ada sejumlah fakta menarik mengenai orang no.1 Irak, yang tewas ditiang gantungan pada 30 Desember 2006 lalu.

Berikut Fakta-Fakta Tersebut :
1. Saddam Hussein merupakan satu-satunya orang di dunia yang menerima pangkat militer tertinggi di dunia “ﺐﻴﻬﻣ ﻦﻛﺮﻟﺍ” melebihi pangkat Generalissimo yang diraih oleh Jenderal Sudirman, Soeharto dan A.H. Nasution.

2. Saddam Hussein merupakan penguasa Arab pertama yang membombardir ibukota Tel Aviv dan kota Haifa serta kota-kota Palestina yang diduduki oleh Israel dengan 39 rudal Scud buatan Rusia, selama Perang Teluk kedua pada tahun 1991.

3. Saddam Hussein merupakan pemimpin Arab pertama yang memperhatikan perkembangan energi nuklir. Akan tetapi barat menuding penguasa Irak ingin mempunyai senjata pemusnah massal.

Perlu diketahui bahwa Irak bergotong-royong telah mempunyai reaktor nuklir sebelum perang teluk pertama tahun 1990 an, dan hancur dalam serangan bom Israel selama berlangsungnya perang teluk pertama.

4. Merupakan penguasa Irak pertama yang ikut dalam perang terpanjang dalam sejarah Irak yaitu pada tahun 1980-1988 melawan Republik SYIAH IRAN.

5. Tahun 1998, Saddam Hussein membombardir wilayah Kurdistan Irak dengan senjata kimia, sedikitnya 50 ribu orang tewas.

Penyerangan ini dipicu pengkhianatan suku Kurdi Irak yang membantu SYIAH IRAN dalam perang melawan Irak, atau yang dikenal dengan nama “Anfal”.

6. Semenjak tahun 1994, Saddam Hussein memulai penerapan aturan Islam secara sedikit demi sedikit dengan melaksanakan sanksi potong tangan terhadap kasus pencurian.

Sedangkan untuk kasus Homoseksual, Saddam pernah tetapkan melempar 3 prajuritnya dari sebuah gedung tinggi di kota Basra, sehabis terbukti malakukan perbuatan terkutuk tersebut.

7. Saddam Hussein juga pernah melaksanakan sanksi massal terhadap para pelacur di Irak, sehabis mewabahnya profesi perempuan tuna budpekerti di Irak.

Selain itu untuk pertama kalinya Saddam Hussein juga membuka pintu partisipasi perempuan dalam militer, akan tetapi dengan dua kondisi: 1. Pakaiannya menutupi aurat 2. Memakai kerudung kepala.

8. Di tahun 90-an, Saddam Hussein tetapkan mencegah pembukaan kafetaria gres di Irak, serta menutup aktivitas perjuangan haram tersebut.

9. Saddam Hussein merupakan penguasa Arab pertama yang meninggal diatas tiang gantungan.

Sebelum dilaksanakan ekskusi aturan gantung, seorang tentara Amerika bertanya kepada Saddam Husein wacana usul terkahirnya.
Saddam : “Saya ingin Mantel yang biasa saya pakai?
Tentara : “Keinginan kau akan dipenuhi, tapi beritahu kenapa ?

Saddam : Üdara di Irak masbodoh dikala fajar, dan saya tidak ingin gemetaran karenanya, sehingga rakyatku menyangka bahwa saya gemetar alasannya ialah takut mati”Kepada pemimpin-pemimpin Arab ia sampaikan ucapannya yang menggemparkan :
“Äku dihabisi oleh Amerika, adapun kalian akan dihancurkan oleh rakyat kalian sendiri..!!”

"MasyaAllah,
Laa haula wa laa quwwata illaa billah.
Apapun itu, yang terperinci saya selalu kagum mendapati saudara muslim yang luar biasa setangguh Saddam Hussein..!!

Semoga Tuhan subhanahu wa ta'ala berkenan menempatkan ditempat yang layak di sisi-Nya, Aamin, Allahumma Aamiin"