Kamu Masa Depanku, Maukah Dirimu Menerimaku Apa Adanya Dengan Segala Kekuranganku dan Memaafkan Keburukan Masa Laluku
Aku tahu, saya tidak bisa menceritakan banyak hal wacana diriku sebenarnya. Tetapi saya memutuskan bertutur menyerupai ini. Hal ini bukan bentuk dari penyeselan seseorang kepada Yang Maha Kuasa. Ini lantaran Aku ingin kau mengetahui sedikit banyak wacana diriku.
Aku sangat menyadari lantaran banyak hal salah menghampiri hidupku selama ini. Aku terlalu takut kau terbebani dengan masa laluku lantaran kekuranganku dan kau sulit menggerakkan langkah masa depanmu lantaran diriku.
Aku ingin mengungkapkan sebuah kalimat padamu. Kamu masa depanku, maukah dirimu menerimaku apa adanya dengan segala kekuranganku dan memaafkan masa laluku. Aku sangat mengharapkan masa depan paling penting dalam hidupku dan meninggalkan masa laluku (melupakannya).
Apakah kau mau memaafkanku dengan rasa lapang dada dan tulus lantaran kekhilafanku?
Sebelum mengenalmu banyak hal yang telah kulewati. Kadang saya melaksanakan sesuatu yang seharusnya dihentikan dilakukan seseorang, namun apa daya saya terpedaya dan melakukannya. Bagaimana kalau saya pernah melaksanakan hal jelek menyerupai mencuri, bejudi meski hanya sekali, apakah kau mau memaafkan kesalahanku? Bagaimana kalau saya bukan menyerupai kau harapkan?
Semua masa laluku telah kubuang jauh-jauh, saya meninggalkannya semenjak mengenal dirimu. Keburukanku hanya diriku dan Yang Mahakuasa SWT yang mengetahuinya. Sekarang saya mengharapkan lebih dari kata-kata ‘menerima’ darimu namun sebuah kata-kata ‘memaafkan’ diriku. Memang sulit, namun saya meminta padamu dengan tulus.
Satu yang saya mohon, jangan pernah dirimu terbebani dengan masa laluku.
Setiap insan niscaya mempunyai keinginan masing-masing untuk digapai. Terlebih hal tersebut gampang digapai kalau kau mempunyai pasangan yang cerdas. Bagaimana kalau pasangan dirimu itu saya dengan segala kekurangan yang saya bawa dalam hidupku. Apakah kau kecewa dengan diriku? Mungkin pasti. Satu hal yang saya mau, jangan pernah kau larut dalam kekecewaan lantaran terus memikirkan masa laluku.
Aku berharap memperoleh masa depan yang lebih baik bersamamu. Aku ingin kau mendapatkan diriku dengan lapang dada dan dengan ketulusanmu serta kelapangan dadamu, walaupun ada sedikit kisah wacana kepahitan masa laluku yang kuceritakan padamu.
Sebelum kita bertemu. Aku begitu sibuk memperbaiki diri dan ingin menceritakannya padamu.
Aku tahu diriku kurang tepat untuk menjadi pasanganmu. Seperti kukatakan sebelumnya saya dalam langkah memperbaiki diri. Pastinya dirimu mendambakan seorang pasangan yang perfect (sempurna), saya juga mendambakan demikian. Namun, kita mengetahuinya Yang Mahakuasa mengirimkan wanita baik untuk pria yang baik begitu juga sebaliknya. Percayalah itu.
Aku sedang berdiri memperbaiki kesalahan-kesalahan diriku. Berjuang semampu untuk memperbaiki diri dan menjadi langsung yang lebih baik. Meskipun banyak rintangan yang melintang saya tetap berusaha tidak pernah menjadi menyerupai dulu lagi. Pada balasannya saya bisa menjadi langsung yang baik dibandingkan dulu, setidaknya kau bisa membanggakan diriku yang kini.
Aku berharap kau mengubur wacana masa laluku, tolong-menolong kita membangun masa depan yang indah.
Aku mengetahuinya mendapatkan saya apa adanya tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Menerima masa laluku bukan semudah membalikkan tangan. Aku mengetahui hal tersebut. Terlebih kalau masa laluku sangat suram untuk diketahui orang lain selain dirimu. Kamu niscaya membutuhkan beberapa waktu untuk mendapatkan saya apa adanya dengan segala kekurangan diriku. Bahkan kau butuh waktu berminggu-minggu untun berdamai dengan masa laluku.
Setiap mengingat masa laluku, akupun tersadar. Bukan gampang saya melaluinya, bukan sedikit waktu yang berlalu dalam melewati proses perpindahan jati diriku dari masa kelam menjadi seseorang yang lebih baik. Saban hari saya berdoa kepada Yang Maha Kuasa, supaya Aku mendapatkan jodoh (pasangan) yang baik. Aku yakin itulah dirimu yang diberikan oleh Maha Kuasa.
Setiap orang mempunyai impian. Dan impianku kau ialah satu-satunya masa depan yang indah untuk menutupi masa laluku yang kelam.
Semua orang niscaya tidak ingin masa lalunya terus menghantui pikiran dan mengungkit-ungkitnya. Aku berharap kau sedikit memikirkan wacana keadaanku kini dan masa depanku nanti, pastinya sudah kau pikirkan. Aku berharap bisa melukis masa depan yang indah bersamamu tanpa beban masa laluku.
Aku membayangkan betapa bahagianya kita mempunyai keluarga kecil dan mempunyai bawah umur yang menemani hidup kita nanti. Semoga dengan apa yang saya dambakan ini bisa menutup masa laluku yang kelam dengan bayangan masa depan yang cerah. Kebahagian di masa depan menyerupai yang saya bayangkan saya harap tidak lagi membebani dirimu. Semoga kau memikirkan masa depan yang indah menjalani hidup denganku.
Sebagai hal yang saya ungkapkan terakhir, apakah kau bisa mendapatkan apa adanya dengan segala kekuranganku dan memaafkan keburukan masa laluku dengan keiklasan, kebaikan hatimu. Aku berharap kau bisa menerimanya :)