Ingin Dekat Dengan Rasulullah SAW Saat Hari Akhirat. Lakukan 4 Amalan Ini
Nabi Muhammad SAW telah meninggalkan dunia fana ini semenjak kurang lebih 1400 tahun yang lalu. Beliau meninggalkan Kitab Suci Al Qur’an dan Sunnah Rasul sebagai pegangan hidup umat Islam hingga dunia ini berakhir. Sebagai umat Muslim yang taat dan beriman, kita sangat merindukan Nabi Muhammad SAW merupakan Nabi terakhir junjungan alam. Rindu yang begitu berpengaruh niscaya selalu terpendam di dalam hati kita semua.
Setiap orang mukmin niscaya ingin bertemu dengan Nabi Muhammad SAW. Meskipun kita tidak bisa bertemu di Dunia, Insya Yang Mahakuasa akan bertemu pada hari alam abadi nanti. Pertemuan dengan Nabi Muhammad SAW merupakan cita-cita yang ditunggu seorang mukmin selain nikmat terbesar yaitu bertemu dengan Yang Mahakuasa SWT pada hari alam abadi nanti (di Surga).
Jika kita semua ingin erat dengan Nabi Muhammad SAW dikala hari akhirat, lakukanlah 4 amalan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW sendiri. Berikut 4 amalan tersebut :
1. Memperbanyak Membaca Shalawat
“Allahumma Sholli A'la Sayyidina Muhammad. Wa alaa aalihi washahbihi ajma’iin.
Bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW yaitu bentuk penghormatan umat Islam yang diperintahkan oleh Yang Mahakuasa SWT. Begitu mulianya Nabi Muhammad SAW sehingga Yang Mahakuasa SWT dan Malaikat juga bershalawat kepada Rasulullah SAW.
Dengan selalu bershalawat kepada Rasulullah SAW setiap hari, Insya Yang Mahakuasa kita akan didekatkan dengan Beliau pada hari alam abadi nanti.
Sedangkan makna shalawat itu sendiri merupakan memohon kepada Yang Mahakuasa SWT senantiasa melimpahkan rahmat kepada Rasulullah SAW, keluarga serta sobat Beliau. Shalawat amalan yang ringan bisa dilakukan dimana saja.
Allah berfirman yang artinya : “Sesungguhnya Yang Mahakuasa dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kau untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab : 56).
Bagi insan yang bershalawat dengan ikhlas, diberikan 4 keutamaan baginya oleh Yang Mahakuasa SWT. Hal ini dinyatakan dalam sabda Rasulullah SAW yang artinya : “1. Yang Mahakuasa menunjukkan sepuluh rahmat, 2. Mengangkat derajatnya hingga sepuluh derajat, 3. Menuliskan sepuluh kebaikan untuknya, 4. Menghapus sepuluh dosa keburukannya.” (HR. Bukhari, Nasa`i dan Al Bazzar).
Dalam hadits lain Rasulullah SAW juga bersabda : “Sesungguhnya orang yang paling terdekat (utama) kepadaku nanti pada hari final zaman yaitu siapa yang paling banyak bershalawat kepadaku” (HR. Imam Tumrudzi)
Dari klarifikasi diatas jelaslah sudah bershalawat kepada Rasulullah SAW mendekatkan diri dengan Beliau pada hari alam abadi nanti, Insya Allah.
2. Mengasuh dan Mengasihi Anak Yatim
Amalan lainnya supaya kita bisa erat dengan Rasulullah ialah mengasuh dan memelihara anak yatim. Bukan hanya sekedar mengasuh dan memelihara, senantiasa kita memperhatiakan keadaan anak yatim, menciptakan dirinya bahagia, menunjukkan ketentraman hati baginya dan hal-hal baik yang bisa kita lakukan pada anak yatim.
Rasulullah SAW bersabda yang artinya : “Aku dan orang yang mengurus anak yatim di nirwana bagaikan ini (beliau mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengahnya kemudian merenggangkannya).” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).
Dari hadits tersebut menjelaskan begitu dekatnya Baginda Rasulullah SAW dengan orang yang mengurus anak yatim. Dan Yang Mahakuasa SWT menunjukkan jawaban (pahala) yang berlipat bagi yang berbuat demikian.
Amalan ini bisa kita lakukan setiap saat, jangan menunggu atau menunda-nundanya. Ataupun jangan menunggu pada dikala bulan Ramadhan atau hari Raya saja untuk menunjukkan donasi pada anak yatim. Perbanyaklah amalan mengasuh anak yatim selama nyawa masih dikandung badan. Terlebih kita seseorang yang mampu.
3. Menjadi Pemimpin yang Adil
Seorang pemimpin akan diminta pertanggung jawabannya di alam abadi nanti. Mulai dari pemimpin rumah tangga hingga pemimpin dunia. Pemimpin haruslah mempunyai sifat yang adil. Pemimpin memperlakukan rakyatnya sesuai dengan fatwa syariat Islam. Pemimpim yang adil termasuk dalam salah satu amalan yang kedudukannya yang erat dengan Rasulullah SAW pada hari alam abadi nanti.
Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya hamba yang paling dicintai Yang Mahakuasa pada hari final zaman dan daerah duduknya erat dengan-Nya yaitu imam (pemimpin) yang adil.” (HR. Turmudzi).
Mulai kini jadilah seorang pemimpin yang adil. Minimal bagi setiap pria akan menjadi pemimpin dalam keluarganya atau memimpin diri sendiri bagi setiap individu. Insya Yang Mahakuasa akan menerima jawaban yang setimpal dari Yang Mahakuasa SWT dan bisa erat dengan Rasulullah SAW.
4. Berakhlak Mulia
Firman Yang Mahakuasa SWT yang artinya : "Dan bekerjsama kau (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung." (QS. Al-Qalam: 4)
Manusia paling tepat di Bumi ini yaitu Rasulullah SAW, Beliau mempunyai budbahasa yang paling mulia. Dala arti Al Qur’an diatas disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW benar-benar mempunyai akal pekerti yang agung.
Rasulullah SAW bersabda yang artinya “Di antara kalian yang paling erat daerah duduknya denganku (Rasulullah) pada hari Kiamat yaitu yang paling baik akhlaknya.” (Hadits shahih, riwayat At-Tirmidzi. Lihat Lihat Shahîhul Jâmi' no. 1176).
Istri Rasulullah SAW yang bergelar Ummul Mu’munin yaitu Aisyah Ra, menanyakan eksklusif perihal budbahasa beliau. Rasulullah SAW menjawab : “Akhlak dan akal pekerti Beliau yaitu Al Qur’an.”
Jadilah seseorang yang berakhlak baik sesuai fatwa Islam. Insya Yang Mahakuasa akibatnya akan berada erat dengan Baginda Rasulullah SAW.
Sahabat.. Sungguh indah kalau kita menerima kesempatan berada erat Rasulullah SAW pada hari alam abadi nanti. Perbanyaklah amal-amal menyerupai diatas dan amal-amal kebaikan lainnya. Hidup di dunia ini hanya sementara saja. Kita bahkan tidak mengetahui kapan kita akan pergi menghadap Yang Mahakuasa SWT.
Sahabat.. Pergunakanlah waktu sebaik-baiknya. Mari mendekatkan diri kepada Yang Mahakuasa SWT. Mohon ampunanlah kepad Allah, mohonlah semoga menerima daerah sebaik-baiknya pada hari nanti yaitu menjadi salah satu penduduk Surga. Amin, semoga bermanfaat. Jazakumullah