Hebat Meski Mobilnya Ditabrak dari Belakang, Pemuda Ini Menyedekahkan Uang Kepada Penabraknya

Kisah ini bukanlah dongeng fiktif, kisah ini benar-benar terjadi di Indonesia.

Kebiasaan yang sering kita jumpai, kalau terjadi kecelakaan menyerupai insiden ini, keseringan hanyalah kata-kata cacian dan emosi yang keluar dari seseorang alasannya kendaraannya menjadi ringsek ditabrak dari belakang. Dan yang niscaya sebuah tuntutan ganti rugi dari penabrak.

Permasalahan ganti rugi secara logika sangat masuk akal, alasannya memang kesalahan penabrak dari belakang. Karena sudah peraturan kemudian lintas dimana pengendara dibelakang harus lebih berhati-hati dengan tetap fokus ke depan.

Namun, lebih kalau meminta rugi lebih baik melihat situasi dan kondisi yang ada. Tidak semua kecelakaan langgar dari arah belakang jawaban ugal-ugalan. Adakalanya memang pengendara sedang sakit, rem tidak bekerja, tiba-tiba hilang fokus dan lain-lain. Terlebih yang menabrak hanyalah seorang yang biasa-biasa saja dibandingkan dengan yang tertabrak.

Kemarin, penulis menerima wangsit dari akun Facebook berjulukan Bapak Erizeli Jely Bandaro yang bercerita di statusnya perihal seorang perjaka yang murah hati, meskipun ia tertabrak dari belakang dengan penuh kehangatan ia menyedekahkan uang 1 juta kepada penabrak tersebut yang tidak lain hanyalah seorang supir taksi.

Ilustrasi ditabrak dari belakang
Berikut kisah dari status Bapak Erizeli :
“Saya naik taksi menuju pulang kerumah. Hari mengambarkan pukul 7 malam. Kendaraan merayap menyusuri jalanan yang mulai tergenang air. Ketika di wilayah tomang sedang asyik membaca gosip lewat Tab, saya tersungkur kedepan jok alasannya taksi berhenti mendadak. Kacamata saya hingga jatuh saat itu. Taksi berhenti bersamaan dengan bunyi keras. Ternyata taksi menabrak kendaraan di depannya.
Seseorang keluar dari kendaraan yang ditabrak itu. Dia anak muda. Tegap dengan wajah nampak dinging. Tidak terkesan beliau emosi. Saya bersegera keluar. Feeling saya menyampaikan bahwa anak muda ini akan memukul supir taksi. Apalagi bab belakang mobilnya rusak cukup parah. Dengan perasaan takut supir taksi itu keluar dari kendaraan.Dia sadar beliau salah. Supir taksi itu kurus kerempeng dan tidak muda lagi. Nampak pucat dengan keadaan itu.
"Pak...maaf. Rem saya engga bisa pakem alasannya kanpasnya kena air." Kata supir taksi itu sambil menunduk pasrah.
" Bapak engga apa apa? " kata perjaka itu dengan tersenyum sambil memegang pundak supir taksi itu.
" Ya engga apa apa" sambil melirik ke arah kendaraan anak muda yang rongsok di belakangnya dan juga melirik kendaraannya yang peyot banbernya. 'Maafin saya. Saya memang salah" sambung supir taksi itu.
" Ya pak. Engga apa apa. Biasa di jalan. Kalau engga nabrak ya ditabrak. Yang penting bapak engga apa apa. Saya kawatir bapak langgar kendaraan beroda empat saya alasannya bapak kurang sehat. "kata perjaka itu.
Dia juga mendekati saya." Bapak engga apa apa ?" katanya lembut. Saya mengangguk tanpa bisa berkata kata alasannya terpesona akan kepribadian anak muda itu.
Anak muda itu mengeluarkan uang dari dompetnya. "Pak ini uang Rp. 1 juta untuk perbaiki kendaraan bapak. Kalau masih kurang, hubungi saya" kata anak muda itu sambil menyerahkan kartu namanya kepada supir taksi. Setelah itu anak muda itu kembali kedalam kendaraan Lexusnya dan melaju.
Anak muda itu bukanlah orang miskin. Dia tentu dari keluarga menengah atas. Empatinya terhadap kaum miskin bukan hanya memberi tapi memaklumi kesalahan orang yang lemah dan bersabar serta berkorban alasannya itu. Selalu saya katakan kepada putra putri saya, kalau dijalan, bersabarlah dengan pengendara motor, supir angkot, supir bajai, supir taksi. Walau kadang kelakuan mereka menciptakan kalian kesal, itu tidaklah ada artinya dengan nikmat Yang Mahakuasa yang kalian terima. Kesemrawutan jalan ialah cobaan bagi Pemerintah untuk bekerja lebih keras menata kota, cobaan bagi orang kaya untuk lebih berempati kepada kaum miskin dengan banyak bersabar di jalan”.
Sahabat.. Lihatlah keikhlasan dan kemurahan hati perjaka tersebut. Ia tidak ragu menyedekahkan sedikit harta yang dimilikinya. Berapa banyak orang yang bisa berbuat demikian. Sungguh perbuatan yang sangat mulia.

Sahabat.. Jangan pernah ragu untuk menyedakahkan harta kepada siapapun terutama bagi yang membutuhkan. Bukankah Yang Mahakuasa Maha Kaya, jadi kenapa mesti ragu berbuat demikian. Kekayaan yang kita miliki hanyalah milik Yang Mahakuasa yang dititipkan sementara untuk kita, sebelum kita dipanggil kembali menghadap-Nya. Dan sedekah akan menolong kita pada hari alam abadi nanti.

Sahabat renungan Islam, biar kisah ini mengakibatkan pelajaran yang sangat berarti bagi kita semua untuk lebih peka terhadap orang yang membutuhkan. Jangan berhenti berbuat kebaikan, Insya Yang Mahakuasa ridha dan rahmatNya selalu menyertai kita semua. Amin. Semoga bermanfaat.


Tidak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak ErizeliJely Bandaro.

Note : Tanggapilah sesuai dengan hati nurani masing-masing. Jazakumullah