Astaghfirullah, Karena Salah Mendengar Tentang Nabi Muhammad Anak Ini di Paksa Potong Tangan

Bocah ini berjulukan Mohammed Anwar ia merupakan cendekia balig cukup akal berasal dari salah satu tempat Pakistan. Ia dipaksa dipotong tangannya tanggapan salah mendengar pertanyaan perihal Nabi Muhammad ketika mengikuti pengajian (ceramah).
Kejadian ini bermula ketika itu ia sedang mengikuti ceramah seorang tokoh agama terpandan berjulukan Ustadz Shabbir Ahmed. Disaat sedang ceramah, ustadz tersebut meminta para santri untuk mengangkat tangan kalau mereka tidak merasa tidak menyayangi Nabi Muhammad SAW. Namun, nahas bagi Mohammad Anwar, ia justru mengangkat tangan setinggi-tingginya
Gambar hanya ilustrasi
Menurut beberapa orang diduga Anwar salah mendengar klarifikasi pertanyaan yang disampaikan, tetapi ustadz tersebut tetap menuduhnya dikarenakan telah melaksanakan penghinaan terhadap Nabi Muhammad.
Akibatnya, Anwar diminta bertanggung jawab dengan memotong tangannya dan mempersembahkannya di sebuah piring kepada sang ustaz, kata Kepala Kepolisian Punjab Nauhser Ali, menyerupai dikutip dari Newsweek Pakistan, Rabu (20/1/2016).
Kejadian ini terjadi di salah satu desa Pakistan yaitu Hujra Shah Muqeem Provinsi Punjab. Karena insiden ini tidak ada yang melapor ke Polisi, Ustadz tersebut tidak diproses. Justru keluarga Anwar merasa besar hati alasannya yakni anaknya bertanggung jawab sesudah tidak sengaja menghina Nabi.
Tetapi, kabar Anwar di potong tangan merebak dan hingga ke Polisi. Beberapa hari lalu Ustadz Ahmed tersebut ditangkap pihak kepolisian, ia dianggap telah melaksanakan hasutan kebencian yang memicu tindakan kekerasan (potong tangan).
Tapi ketika kabar potong tangan ini hingga kepada polisi, Ustaz Ahmed segera dicokok. Sang ustaz dianggap melaksanakan hasutan kebencian yang memicu kekerasan.
Penghinaan terhadap agama merupakan gosip yang sangat sensitif di Pakistan. Seringkali penganut Islam garis keras di Negara bagian India itu main hakim sendiri menyiksa tertuduh penghina agama, kendati tidak cukup bukti yang didapatkan. Wallahualam, semoga bagi pelajarang bagi semua orang supaya tidak aneh-aneh dalam memberikan kebaikan terkait Nabi Muhammad SAW.
(sumber orisinil merdeka)